Unilever

Unilever, produsen barang konsumen terbesar kedua di dunia, melaporkan penjualan di kuartal kedua yang tidak mencapai estimasi analis dan mengatakan bahwa pertumbuhan di pasar berkembang berjalan lambat.

Pendapatan mereka naik sebesar 5 persen di kuartal yang berakhir 30 Juni, kata perusahaan dalam pernyataanya hari ini. Hasil tersebut sedikit dibawah dari estimasi 14 analis yang suvei Bloomberg untuk kenaikan 5.3 persen.

Unilever, perusahaan yang berbasis di Roterdam dan London adalah salah satu perusahaan yang berjuang dalam menghadapi penurunan permintaan konsumen dalam masa resesi yang mendera Eropa. Sama seperti rekan-rekan industrinya seperti Nestle SA dan Coca-Cola Co., mereka juga menghadapi melemahnya ekspansi ekonomi dalam pasar berkembang seperti Brasil dan India.

“Pertumbuhan yang melambat di pasar berkembang, seiring kondisi makro ekonomi sedang hadapi masalah sehingga mempengaruhi prilaku konsumen,” kata Unilever pada hari ini.

Sumber

20130726-130253.jpg

Advertisements

Pendapatan Yahoo Tidak Capai Estimasi Seiring CEO Fokus Pada Produk Baru

Monexnews – Yahoo Inc. memberikan perkiraan pendapatannya akan sedikit dibawah estimasi analis seiring CEO Marissa Mayer menempatkan lebih  fokus pada pembuatan produk daripada meningkatkan penjualan langsung di portal terbesar di AS.

Penjualan, yang tidak termasuk pendapatan yang diteruskan ke situs mitra, akan menjadi $1.06 sampai $1.1 milyar pada kuartal sekarang, kata Yahoo dalam situsnya pada hari ini. Para analis perkirakan pendapatannya akan sekitar $1.12 milyar. Penjualan di kuartal kedua turun sebanyak 1 persen menjadi $1.07 milyar, ini juga tidak sesuai dengan perdiksi analis di $1.08 milyar.

Mayer, yang sudah memimpin selama setahun ini di Yahoo, mengatakan pada sebuah peryataan dengan analis bahwa dia pada tahap awal perubahannya akan berpusat dengan menciptakan produk baru yang ditujukan untuk memikat pengguna baru dan iklan dari Google Inc. dan Facebook Inc. Sementara itu usahanya telah menambahkan pengguna baru, para investor perkirakan bahwa pertumbuhan pendapatannya akan berjalan perlahan-lahan, kata Paul Sweeney, seorang analis di Bloomberg Industries.

“Investasi Marissa dalam produk adalah untuk jangka panjang untuk mendorong keterlibatan penggunan dan berharap pendapatan akan tumbuh,” kata Sweeney.”Dilihat dari petunjuka dari perusahaan, investasi ini jelas hanya memiliki sedikit keuntungan dalam jangka pendek.” 

sumber