5 Saham Paling Prospektif di Wall Street

Investasi terbaik tidak harus selalu dilakukan dalam kondisi pasar yang juga baik. Indeks utama Amerika Serikat (AS), S&P 500, sudah turun lebih dari 3% sejak awal bulan Juni dan jatuh di atas 6% dari level tertinggi 1687 yang tercatat pada 22 Mei 2013. Investor kini menghadapi beberapa resiko yaitu :

  1. Kekhawatiran terhadap pengurangan stimulus Federal Reserve, yang akan melemahkan harga saham.
  2. Volatilitas pasar global yang tercermin dari pelemahan harga saham Jepang sebanyak 19%.
  3. Hasil data ekonomi yang beragam dan penurunan aktivitas manufaktur China.

Namun demikian, aksi jual yang terjadi di bursa saham AS belakangan ini diprediksi hanya berlangsung sesaat dan justru membuka titik masuk yang bagus bagi investor. Berikut ini beberapa alasan mengapa prospek saham AS sangat menjanjikan :

  1. Neraca keuangan perusahaan dalam kondisi yang lebih baik dibandingkan neraca keuangan pemerintah : baik posisi maupun neraca keuangan sektor korporasi lebih kondusif dibandingkan neraca lembaga publik. Pada ilustrasi gambar 1 terlihat bahwa sektor swasta AS mencetak surplus besar, di saat pemerintah sedang mengalami defisit. Sulit bagi pemerintah untuk memungut pajak dari pelaku korporasi di tengah ketiadaan kontrol modal (apabila dilakukan maka perusahaan bisa berpindah lokasi). Continue reading
Advertisements